Pelapor SPT Terbanyak Ternyata Wajib Pajak Orang Pribadi Non-karyawan

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan kembali menulis peningkatan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak. Data terakhir yang masuk ke Ditjen Pajak, per pagi ini, Kamis 14 Maret 2019, sudah menjangkau 5,97 juta SPT, bertambah 10,7 persen dibanding pelaporan tahun kemudian yang selama 5,4 juta SPT.

Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak DJP, Yon Arsal mengatakan, donatur terbesar tingginya tingkat pelaporan SPT itu dibanding tahun kemudian bersumber dari mesti pajak orang individu (WP OP) non-karyawan atau yang bukan pekerja. Kontribusinya tercatat menjangkau 17 persen dari total borongan pelaporan SPT.

“Pertumbuhan terbesar tersebut yang terdapat di SPT OP yang polos-polos. Polos tersebut maksudnya yang bukan pekerja. Itu pertumbuhannya selama 17 persen,” tutur dia saat didatangi di Gedung DJP Pusat, Jakarta, Kamis 14 Maret 2019.

WP OP itu adalahyang tergolong dalam kelompok Pajak Penghasilan SBOBET (PPh) Pasal 25, di antaranya yaitu yang menjalani profesi laksana dokter, pengacara, sampai musisi ataupun pengusaha baik yang usaha mikro kecil dan menengah maupun di atas itu.

“Memang terjadi penurunan tidak banyak terhadap WP yang SPT-nya SS (sangat sederhana) yang karyawan satu pemberi kerja dengan pendapatan di bawah Rp60 juta,” kata dia.

Dia juga menilai, sampai batas akhir pelaporan SPT WP OP yang jatuh pada 31 Maret 2019, DJP dapat mengumpulkan sampai 10 juta lebih pelaporan SPT dari borongan potensi pelapor SPT di 2019 yang menjangkau 18,3 juta. 10 juta itu belum tergolong SPT Badan dan masa perbaikan pelaporan SPT sampai Desember 2019.

“Maret nanti orang pribadi, tersebut persisnya saya tak sempat tapi barangkali 9-10 juta dapat dikumpulkan. Lalu nanti di April guna badan sisanya nanti kan terdapat yang pembetulan SPT dan seterusnya tersebut nanti anda kumpulkan hingga dengan akhir Desember,” tuturnya.